Ini nih Gaya Berpacaran Anak Jogja

Setelah di postingan kemarin gw bahas tentang fenomena seks-nya jogja, di posttingan sekarang gw akan membahas tentang gaya berpacaran anak jogja. Well, kayak gimana sih? Apa bener kalau isinya Cuma seks n seks ajah, kayak yang selama ini gw deskripsikan dalam setiap postingan gw? Hehehe… (kali aja gw ntar dituntut gara-gara omdo, wkwkwkw)…

Nah, di sini gw bakal bahas tentang gaya berpacarannya dulu. Tentu aja dalam sudut pandang n pengalaman gw sendiri. Sumbernya si dari temen chat n temen kampus…jadi kalo Cuma sebatas itu aja, ya maap lair batin deh…kan terbatas juga, hohoho…

Oke, di sini gw bakal mulai dari pembagian gaya berpacaran tersebut menjadi beberapa tipe.

Pertama, gaya pacaran tradisional. Ini nih gaya pacaran yang katanya sangat cupu n old style banget. Pernah dunk liat sinetron jaman dulu, ato film-film india tahun 90-an macam kuch kuch hota hai atau mohabbatein. Nah, isinya kan Cuma main, berduaan, jalan-jalan, ngobrol, dan lebih banyak joged n narinya. Kalo di jaman modern, ga beda jauh sama mereka. Bedanya, gaya berpacarannya lebih canggih lagi, yaitu dengan smsan, telpon, chatting, maen ke tempat ini itu, ke mall, makan bareng, dan tidak ada kontak fisik. Biasanya sih yang menganut gaya pacaran ini adalah anak-anak yang berasal dari kalangan agamis, dan tau moral. Emang sih kebanyakan kalangan agamis itu kontra dengan yang namanya pacaran. Tapi bagi mereka yang pro, cenderung mau berpacaran tapi dalam batasan sesuai agama dan moral. Menganut pancasila dan dasa dharma gitu deh (emang ada yang kayak gitu? Wkwkwkwkw). Nah, mereka adalah kaum idealis dan telah dididik dengan cukup baik, oleh keluarga, lingkungan dan sekolahnya (nah, ni gaya bahasa gw jadi formal *pletak*).

Kedua, gaya pacaran semi bebas. Ini gaya pacaran yang lumayan banyak ditemui. Ga modern tapi juga ga jadul banget. Standar lah. Tipe yang dimiliki orang-orang yang Cuma mau nyari aman tapi masih bisa menikmati nikmatnya berpacaran. Mereka cendrung bebas, tapi masih dalam batas koridor yang mereka halalkan. Asal kagak ml boleh deh, gitu maksudnya. Di perguruan tinggi orang-orang sudah banyak yang melakukan gaya pacaran ini. Ga di PT juga sih, di SMP bahkan SMA juga uda banyak. Aktifitasnya hampir sama dengan gaya pacaran tradisional, tapi sudah ada kontak fisik. Hanya saja kontak fisik yang terjadi cenderung lebih sedikit dan tidak banyak, contohnya adalah ciuman, pegangan tangan, berpelukan, tapi tidak ada kontak fisik (seks). Orang-orang yang mempraktikkan gaya berpacaran ini adalah orang-orang yang masih memiliki iman, tapi juga modern, alias mengikuti arus. Mereka tahu bahwa perbuatannya salah. Tapi mereka juga tidak bisa kalau tidak melakukannya. Mungkin takut dikira jadul. Lagian juga nafsu itu kan sulit dibendung, jadi mereka tidak mau melakukan ml, jadi hanya seks sebatas itu.

Ketiga, gaya berpacaran sangat bebas. Nah, ini nih yang paling bebas dari yang sudah bebas, wkwkwkw…Dan di Jogja, gaya berpacara ini sudah sangat lumrah sekali. Ga hanya di Jogja juga sih, di kota-kota besar sudah banyak sekali. Ga sedikit video porno yang gampang aja di download via utube, bahkan yang jadi bintangnya tu masih pake seragam SMP (*what the hell!!!*). Ngenes banget sebenernya. Sangat tidak bermoral sebenernya. Tapi, di temen-temen gw pun gaya pacaran itu juga biasa banget. Buktinya ada beberapa temen gw yang hamil juga, terus merid. Hahahahahaha….ogah banget gw kayak gitu…

So, what is the conclusion?

Apa kesimpulannya?

Heemmmh….di sini gw bertindak sebagai orang cukup pro dengan orang yang berpacaran, tapi dalam hal ini pacaran yang dewasa. Gw jujur ga terlalu peduli temen gw ml sama cowoknya, asal itu mereka lakukan dengan penuh kedewasaan. Mungkin aja kan mereka uda yakin terus janji mau merit,dsb…Lagian ga banget gw nyampurin mereka gitu…

Nah, maksud gw di sini adalah, apapun gaya berpacaran yang uda dipilih, jangan pernah menyesalinya. Pertimbangkan baik-baik dan pastikan tidak ada yang dirugikan, entah buat cewek ato cowok. Kalo emang sepakat mau gaya pacaran yang bebas, tapi dilakukan dengan penuh tanggung jawab, lebih baik daripada gaya pacaran konvensional tapi didalamnya sama bajingannya dengan yang bebas.

Well, meskipung gw pro, gw pribadi tetep mendukung penuh orang yang masih virgin…karena bagaimanapun juga, Cuma suami yang berhak buat mendapatkan apa yang paling berharga itu.

Comment sangat diperlukan buat share informasi dan sebagainya…

About these ads

4 thoughts on “Ini nih Gaya Berpacaran Anak Jogja

  1. You don’t know what r u talking about :p
    Ada ya pacaran jenisnya 3 macam gitu? Tetap aja semuanya kga ada iman , namanya jg pacaran ..

    • i wrote that few years ago, maybe things have changed :D
      sorryy kalo salah…but thats only my opinion…like I said, comment sangat dibutuhkan, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s