duhai engkau yang ku rindukan entah dimana…

duhai engkau yang ku rindukan di sudut-sudut malam ini
apa yang sedang kau lakukan? apa yang sedang kau pikirkan? apa yang terjadi hari ini? apa kau sudah makan? apa kau tidur nyenyak? apa kamu memimpikan kita? apa kau tak rindu setitik pun padaku? aku hanya bisa bertanya pada angin malam yang lembut di tengah dinginnya bulan juni.

duhai engkau yang ku rindukan di sana…betapa ingin ku menemanimu dalam tidurmu. betapa ingin ku membelai lembut wajahmu, sayang. dan mencium keningmu lembut.

duhai engkau yang bermata teduh, betapa ku ingin mengalunkan rabitah ini setiap saat, agar Ia menganugerahkan cinta hingga akhir masa kepada kita. cinta yang hanya kita berdua miliki. cinta yang membersamai kita meniti bahtera kehidupan bersama.

duhai yang ku sebut namanya dalam doaku. senantiasa ku doakan dirimu dalam tahajudku. senantiasa ku pintakan yang terbaik untukmu di dalam hajat-ku. senantiasa ku berdoa untukmu di dhuha-ku. untukmu, sayang.

duhai engkau yang begitu mempesonaku…tersenyumlah, sayang. karena Allah telah begitu berbaik hati pada kita. karena Allah telah memberikan banyak sekali nikmat pada kita. karena janji Allah itu benar, sayang. bila sekarang kita tak bersama, maka waktu akan menjawab doa-doa kita.

duhai yang berhati lembut…ku kirimkan doa-doa untuk kita di tiap malam panjangku. bangunlah sayang, ikutlah berdoa bersamaku. semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.

duhai cintaku, pujaan hatiku…ku tunggu dirimu di sini sayang, hingga kau jemput diriku. hingga kau lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih mempesona dibalik kesederhanaan itu. hingga kau siap untuk menjadikanku mempelai untuk dirimu.

aku mencintaimu karena Allah, sayang. semoga Allah menjaga cinta ini hingga aku menjadi yang halal untukmu.

untuk ia yang entah berada di mana…

aku masih menunggumu di sini, sayang.