Harry Potter vs. Lord of the Rings

Beberapa waktu lalu saya membaca buku The Lord of the Rings pertama, The Fellowship or the Rings. Pada awalnya saya antusias sekali dengan buku itu, karena akhirnya bisa baca juga geto. Saya, sih sudah menyiapkan mental karena sudah tahu kalau buku J.R.R Tolkien itu sedikit membosankan. Pernah sebelumnya saya baca yang The Hobbit. Sudah lupa juga sih karena sudah hampir 5 tahun yang lalu, tapi memang bahasanya bertele-tele.
Saya baca halaman pertama dengan semangat. Masih bertahan karena baru deskripsi singkat dari buku The Hobbit. Masih semangat juga sampai Bilbo pergi dari Hobbiton. Tapi setelah Frodo mengalami petualangan di Old Forest, jadi malesss banget. Bahasanya itu lho yang bikin boring. Kayaknya susah banget mengimajinasikannya dengan riil. Susah banget menvisualisasikannya. Jadilah begitu Frodo bertemu dengan Strider alias Aragorn (yang nggak sesuai banget dengan yang di filmya, karena yang di film ternyata lebih cakep hehe ^^!) saya berhenti.
Saya stop baca sampai situ. (sebenarnya juga karena buku itu harus balik ke Perpustakaan Daerah karena masa pinjamnya sudah habis >_< )
Bersamaan dengan itu pula sebuah stasiun televisi menayangkan filmnya. Jadilah saya membandingkan keduanya. Beda jauh, intinya. Kayak ketika sebuah buku diangkat ke layar lebar pada umumnya. Tapi jujur, saya lebih menikmati filmnya. Jelas, ringkas, dan apik banget. Efek visualnya oke banget, dan jalan ceritanya lebih simpel dari yang dijabarkan buku. Jadi nggak sabar nunggu film kedua dan ketiga diputer. Meskipun pernah nonton, tetep nggak ada matinya.
The Lord of the Rings vs Harry Potter
Kedua film LOTR dan HP saya suka banget. Keren banget. Tapi ada beberapa hal yang jadi ganjalan ketika saya membaca dengan teliti buku LOTR kesatu. Saya gunakan pengetahuan saya tentang buku karangan J.K Rowling dari seri pertama sampai terakhir (ketujuh) dan akhirnya menemukan beberapa persamaan diantara keduanya.
Pertama, tentang tokoh utamanya. Di LOTR ada Frodo Baggins, seorang Hobbit yang memasuki usia sekitar 50-an tahun dan mengalami hari-hari yang tenang sebelum cincin itu datang dan menjadi takdirnya. Memang berani, kuat, dan pintar, tapi jujur saja, terkesan melankolis, sok jadi pahlawan (dengan mengajukan diri membawa cincin itu sendiri), dsb. Disisi lain ada Harry Potter, seorang penyihir yang kuper, sok jadi pahlawan, punya kecenderungan untuk menyelamatkan orang, tidak terlalu pintar, emosional dan tidak pandai bersosialisasi tapi juga harus bertarung dengan U-Know-Who karena takdir.
Ada kemiripan antara kedua tokoh tersebut. Entah itu disengaja atau tidak. Coba cermati sendiri, dengan membaca buku maupun filmnya.
Kedua, tentang tokoh jahatnya. Ada Sauron dan Lord Voldemort. Disatu sisi, ada Sauron yang ‘menghilang’ selama 2500 tahun setelah kekalahannya dengan Isildur dan cincinnya diambil. Diceritakan kemudian Sauron tidak bisa ‘mati’ karena cincin itu masih ada dan dapat berkuasa kembali karena cincin itu belum hancur.
Terus, coba kita lihat bagaimana kisah Lord Voldemort. Dirinya menghilang juga dari dunia karena kutukan kematian yang dilemparkan pada Harry (pada saat dia masih kecil) balik menyerangnya. Tapi dia tidak ‘mati’, karena ternyata dia membagi jiwanya yang disebut Horcrux. Dia bertahan selama 12 tahun sebelum kembali ke tubuhnya sendiri, sementara sebelumnya dia didiskripsikan antara mati dan hidup.
Bisakah kalian menemukan kesamaan antara keduanya? Yup, sama-sama tidak bisa ‘mati’ karena ada sesuatu yang masih ada bagiannya di dunia ini. Voldemort tidak bisa mati sebelum semua Horcrux-nya dihancurkan termasuk membunuh Harry, begitupun Sauron yang tidak bisa mati jika cincin itu tidak dihancurkan dulu.
Ketiga, sosok Gandalf dan Dumbledore di film tersebut. Keduanya sama-sama penyihir hebat, jenius, dihormati semua orang, bijaksana, dekat dengan tokoh utama, dan sayang banget sama tokoh utamanya. Coba saja lihat penampilan mereka berdua, terutama setelah Gandalf berubah menjadi Penyihir Putih. Nyaris sama. Yang membedakan hanyalah Gandalf tidak mempunyai kacamata bulan-separo.
Nah, dari tiga bukti tadi, apa yang kalian pikirkan? (sebenarnya tidak hanya 3 bukti sich, masih ada hal-hal kecil lainnya juga…)
Kalau kita lihat dari tahun pembuatan bukunya, jelas J.R.R Tolkien lebih cepat 40 tahun sebelum Harry Potter lahir. Kita juga tidak bisa langsung menhujat Rowling untuk kesamaan ide. Kan terbukti kedua bukunya tidak sama. Mungkin LOTR menjadi salah satu bakal terciptanya Potter. Yang jelas, keduanya merupakan buku dan film yang bagus, bermutu, menarik, dan keren banget. Makanya tak heran jika ada jutaan orang ‘mencintai’ keduanya dan bahkan masih sangat diminati meskipun keduanya sudah tamat. Kita tunggu saja, apakah ada ‘buku selanjutnya’ yang juga mempunyai kisah serupa namun tetap dinikmati oleh khalayak. (18 Desember 2008).

2 Comments (+add yours?)

  1. fauzan
    Nov 02, 2012 @ 03:36:53

    Kalau menurut ku itu bukan jiplakan. alasannya yang pertama perlu diketahui bahwa seorang pengarang tidak mungkin suci (tidak terpengaruh oleh karya sebelumnya) sebab sadar atau tidak pengarang itu adalah peramu bacaan yang kemudian menambahkan bumbu2 cerita pada karyanya agar lebih menarik. dan jika disadari cerita keduanya dapat dikaji dengan menggunakan kajian sastra bandingan………….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*