Admire to Someone

Gimana rasanya mengagumi seseorang?

Mungkin bagi tailor swift itu hal yang wajar. Atau bagi Mia Thermopolis pada Michael Moscovitz itu juga hal yang wajar. Toh mereka mengagumi seseorang, memendam rasa cinta padanya namun tak berani untuk mengungkapkannya.

Bagaimana denganmu? Pernahkah mengagumi seseorang?

Mengagumi itu adalah ketika kita melihatnya, ada rasa hormat tapi sekaligus sayang dan takjub. Mengagumi itu ketika melihatnya ada perasaan senang di hati. Mengagumi itu adalah ketika kita ingin mengetahui tentang dirinya, karena penasaran dengan hal lain dalam dirinya yang mungkin juga akan mengagumkan bagi kita. Mengagumi itu akan berusaha membuat dia senang.

Kata salah seorang teman yang akhir2 sering diajak curhat, kagum itu suka dengan sikapnya. Tapi menyukai itu cenderung suka dengan fisiknya.

Apa bedanya dengan cinta?

Entahlah. Tapi aku yakin, dalam cinta itu jarang yang akan berubah menjadi kagum, tapi mengagumi itu bisa dan berkemungkinan besar untuk mencintai.

Aku mengagumi seseorang.

Sangat kagum padanya.

Tak hanya satu orang, tapi banyak orang. Tapi yang hingga mencapai tahap mencintai, baru ku temukan satu orang itu. Tapi tak tahu juga sih itu cinta ato bukan. Secara cinta itu bisa dirasakan saat hati ini yakin aku cinta dia. Tapi aku belum yakin pada cinta dia. J

Aku mengaguminya sejak dulu. Lamaaa sekali. Sejak pertama kali bertemu dan bertatapan mata dengannya pun, aku sudah tiba-tiba mengaguminya. Entah untuk alasan apa. Apa dari kata-katanya, sikapnya, atau tatapan matanya. Dia toh ga cakep. Tapi wajahnya manis. Dan bagiku manis lebih baik daripada cakep. Kalo manis kan ga bakal bosen dilihat terus, kalau cakep lama-lama juga bosen. Tapi beda kasus kalau udah cakep, manis pula. Hahaha…ada ga ya?

Well, dia kagak cakep, tapi manis.

Tapi, dari pertemuan itu, baru 3 tahun kemudian aku baru bisa berkenalan dengannya. Lamaa banget. Dan selama itu pula, aku hanya melihat dia saja. Mungkin bagi dia aku tak ubahnya udara kosong, bahkan mungkin tak tahu kalau aku ada. Unexist gitu lah. Ngenes banget ga sih??

Tapi setelah pertemuan pertama yang merupakan hari keberuntunganku sekaligus memalukan—karena aku merendahkan martabat semua cewek pada hari itu dimana aku lah yang lebih dulu sok kenal sok dekat padanya, sementara dia menganggapku ga ada—aku pun menjadi lebih dekat. Ga dekat banget. Dan entah dia mengetahui atau tidak, aku mengaguminya.

Mungkinkah dia ngerti perasaan ku ini?

Bagaimana kalo rasa kagum ini berubah jadi cinta?

Biarin aja lah.

Toh, rasa cinta itu harus dinikmati kan? Mau nanti sukses ato ga…ya itu takdirnya. Happy ending ato sad ending, semuanya harus dihadapi. Dan daripada ga merasakan cinta itu sama sekali, gue lebih memilih mencintai dan kehilangna. Karena kebahagiaan dari mencintai adalah ketika melihat orang yang kita cintai bahagia. Dan gue pengen dia bahagia.(21 April 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*