MENGKRITIK DENGAN BIJAK

Gw selalu suka dikritik. Dengan begitu, banyak hal yang bisa dijadikan introspeksi diri buat gw. Tapi yang paling menyebalkan dan bikin jengkel adalah jika ada orang yang mengkritik tanpa mempertimbangkan hal lainnya, hanya melihat dari sudut pandang tertentu saja, hanya melihat satu kejadian itu saja, dan mempatok hal itu sebagai sebuah sifat dan watak. Padahal, jika ingin mengkritik orang lain, bukankah kita harus mengenalnya terlebih dulu? Setidaknya, bersama dengannya meskipun hanya dalam 1 jam. Satu jam dengan banyak obrolan dan interaksi lebih baik daripada 1 tahun hanya kenal nama.

So, kemarin gw ketemu dengan orang paling sombong, menyebalkan, da paling norak, sedunia. Bahkan lebih nggak gw sukai dari siapapun. Terlebih dia cowok. Dan sosok yang dikenal banyak orang. Dan sosok yang mungkin bagi orang lain sangat sangat menyenangkan.

But, he’s just another asshole (sory kasar banget, kata-kata dia bagi gw juga kasar).

Gw nggak akan bilang, dia ngomong apa sama gw, soalnya mungkin bagi orang lain, ‘alah…biasa, jangan dimasukin ati, dia emang kayak gitu’. Tapi bagi gw—yang cukup perasa dan peka—itu kalau dikatakan pada orang lain, bisa jadi bikin orang lain itu down. Gw justru kasian sama tu cowok, bikin orang lain ga suka sama dia. ‘kamu tu butuh orang lain, kalo kamu nggak bisa menghargai dia, ga bisa membawa kebaikan pada mereka, kamu ga akan punya nilai, u’re nothing. It means, kamu ga akan ada guna bagi mereka, it means juga, kamu akan dicampakkan. No one will help u.’

So, pelajaran apa yang bisa gw dapatkan dari dia??

Pertama, hargailah orang laen, seburuk apapun.

Kedua, kritiklah yang MEMBANGUN, bukan hal ga penting dan sama sekali ga ngefek apapun kecuali rasa sakit hati

Ketiga, peka!!!

Keempat, jangan liat orang hanya sekilas, tapi dari hal lainnya juga

Kelima, belajar memahami orang lain

Keenam, kita butuh orang lain, jadi berbaiklah pada mereka, tapi jangan kebaikan palsu!!!

So, meskipun pelajaran itu gw dapatkan dari sosok ga penting itu, gw juga harus berterima kasih. Thanks God I’m not like him. Mungkin, dia kayak gitu juga ada alasanya, kayak misalnya biar gw ga gitu lagi, atau apalah. Tapi, penyampaian yang sama sekali ga sesuai etika, mesti dirubah. Dia harus dapat bimbingan moral, that’s all.

Pendapat mereka tentang gue

Oke, daripada memikirkan hal ga jelas itu, ini nih pendapat beberapa orang yang kenal gw. Sebagian besar tau karakter gw, tapi sebagian kecil, ga kenal gw:

Kekurangan: kurang mudah bergaul (I do), jarang senyum (hu’um), pendiam (iya), lebay (kadang iyah), sombong (ini juga), tertutup (bener), kurang respon (baru nyadar nih), kurang konsisten.

Kelebihan: santun, baik, menyejukkan kata-katanya, simpel, pinter, suka menabung (OMG, ni orang ga kenal aku!!! Gw kan boros), tahu tentang cowok (thanks J), mantab (apanya yak?!), displin, lucu, pinter nulis, murah senyum.

::beberapa ada yang jujur—soalnya kenal, beberapa ada yang ngawur, beberapa ada yang ga penting, hehee….tapi, thank a lot.

I’m not a perfect person, but I’m gonna be a great person.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*