Gue Menerima Undangan Pernikahan Itu…

Sepertinya baru kemarin gw mengalami masa-masa SMA itu…

Sepertinya baru kemarin gw berjumpa dengan tanti, yang semua biji kwacinya terlepas ketika ospek, shinta yang cowok banget dengan potongan rambut yang sangat cowok, dan ana yuliana yang ‘so mengerikan’ (hehehe, piz ya kawand).

Lalu…

Gw yang mulai jatuh cinta pada ardian. Persahabatan aneh antara gw, edi dan putri. Keinginan untuk eksis di perlombaan dan karya tulis…well, semuanya benar-benar seperti baru kemarin. Gempa jogja, wisata ke Nusa Kambangan, dsb. lalu, tahun ketiga yang mendebarkan, ujian, tes, ribuan soal,  segala yang terjadi ketika ujian, doa-doa yang terlantunkan…dan senyum bahagia ketika lulus…terakhir wisata ke Tawangmangu sebagai penutupnya..

Semuanya sangat cepat berlalu…

Dan tak terasa sekarang gw sudah 22 tahun…

Hari ini gw menerima undangan pernikahan. Undangan pernikahan berbentuk kipas, berwarna merah bata. Undangan pernikahan dari Puput, teman satu kelas selama 3 tahun gw di SMA. Shock juga gw ketika mendapati undangan itu…

Dulu, gw memang tak kenal dekat dengan Puput. Tapi, setelah gw flashback sejenak, ternyata banyak masa yang gw habiskan bersamanya…

Dia baik, muslimah sejati yang sangat pede dengan dirinya, suka menyanyi, pemalu, tapi tak ada yang bisa menghentikan dirinya. Sangat keibuan juga. Gw 3 tahun bersamanya, satu kepanitiaan dengannya di Perkemahan Pramuka, sering pergi nonton film bersamanya, satu kelompok dengannya di beberapa praktikum IPA, sering jadi tebengan ketika pergi, beberapa kali ke rumahnya, tahu ibunya, dsb…

Dia…akan menikah akhir minggu ini…

Apa yang gw rasakan?

Entahlah…

Tapi rasa takut lebih mendominasi sebenarnya…

Bukan rasa takut gw tak akan menikah, tapi rasa takut bahwa gw juga akan menikah dengan segera. Rasanya gw tidak siap dengan semua itu…

Hey, look at me! I’m young, I’m free, and my future opens brightly in front of me…

Dan gw memilih untuk menikah?

Tidak! Tentu saja tidak!

Gw akan berkelana.

Entahlah…

Mimpi itu mengganggu diriku selama beberapa bulan ini…

Dengan berbekal satu pepatah ‘seekor ayam tidak akan terdengar kokoknya ketika ia tetap berada di antara kelompoknya’.

Gw tak mau menjadi ayam itu. Gw tidak akan tinggal di sini saja…

Gw akan berkelana. Mematangkan diri. Menikmati setiap kebebasan yang bisa gw dapatkan. Mendapatkan kebahagiaan yang gw bisa dapatkan…

Hingga setiap sumsum kehidupan dapat gw rasakan. Maka, jika saatnya nanti gw pergi dari kehidupan ini, gw tahu kalau gw tidak hidup…

*ah…jadi teringat dengan dead poets society…, sayangnya gw ga tau puisinya…tapi seinget gw punya whitman or someone like that…hahah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*