Diantara Aku dan Sepi

Aku tertegun dalam renungan ini

Haruskah aku bahagia?

Ataukah aku perlu bersedih?

Masih teringat jelas beberapa bulan silam kita bersua

Masih teringat jelas untaian kata yang coba kau susun untukku

Meski wajahmu asing

Dan bahkan rautmu pun tak bisa ku bingkai lagi dalam memoriku saat ini

Tapi memori itu masih terpasung nyata dalam kalbuku

Tapi,

Kata-kata manis itu ternyata sampah

Semua janji adalah hanya bualan

Dan semua cinta itu hanyalah … ketidak adaan

Aku tak perlu untuk bertanya

Meskipun ingin aku berteriak lirih

Kemana cinta yang pernah kau janjikan untuk menungguku hingga aku luluh?

Tapi…

Angin membawa kelirihan itu menjauh pergi

Hilang tertelan badai masa dan ketidakpastian

Ternyata semuanya adalah tidak ada

Aku yang terlalu bertinggi hati bahwa kau setia

Tidak,

Karena ada gadis lain yang lebih manis

Ada gadis lain yang memiliki senyum lebih indah

Ada gadis lain yang menawarkan hatinya

Ada gadis lain yang lebih baik dari aku

Ya…

Itulah kenyataan yang harus aku luruskan dalam hatiku

Tak ada yang perlu disalahkan

Karena hati

Waktu

Keadaan

Ribuan kilo jauhnya

Dan sekian juta detik dimana aku meninggalkanmu dengan ketidakpastian

Adalah kenyataan yang tidak perlu dibenarkan

Karena itulah keadaan yang sebenarnya

Selamat,

Karena dirimu bahagia di sana

Dengan seseorang yang lain

Maaf,

Karena aku merasakan sedikit kehilangan ini

Meskipun kenyataannya lebih dari sedikit

Aku akan membiasakan tanpamu

Meskipun aku memang sudah terbiasa tanpamu

Tapi,

Keyakinan bahwa ada yang setia menungguku,

Jauh ratusan kilo dari tempatku berpijak

Keyakinan bahwa ada yang peduli padaku,

Meski harus melintasi samudra luas

Memberiku sedikit kekuatan untuk bertahan dalam sepi ini,

Dan sekarang semuanya hilang

Hanya aku dan sepi

Tidak ada kau

Tanpamu…

—24 Mei 2011—

dalam memori pantai patehan, yang entah kenapa ingin aku ulangi…

Aku pernah banyak memetakan adegan ketika aku bersama denganmu. Ketika akhirnya menikah (hahaha), ketika kau ke Jogja untukku, mengunjungi Sragen, naik kereta api ke Solo untuk menemuimu, penantian panjang karena kau jauh, dan banyak lainnya (karena aku gadis pemimpi J). Aku pernah berharap untuk berjumpa lagi denganmu, mengungkapkan segalanya padamu. Menyandarkan gundah yang ada sejak terakhir kali kita bertemu. Tapi, dengan kenyataan itu, aku harus menghapus setiap impian itu. Aku harus benar-benar menganggapmu sebagai seseorang yang berbeda. Itu saja. Tidak lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*