Pantai Bugel…Satu Lagi Pesona Kulon Progo

Sebuah tradisi di daerah Jawa, atau entahlah tradisi mana gw kagak tau juga, menjelang bulan puasa adalah ‘Padusan’. Padusan adalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya ‘pemandian’, ‘mandi’, atau ada yang hubungannya dengan kata-kata itu. Secara artinya, sepahaman gw, padusan adalah tradisi mandi besar yang dilakukan sebelum memasuki bulan puasa, agar badan suci secara utuh. Mandi besarnya tentu saja dari ujung rambut sampai ujung kaki. Nah, kalau di Jogja sendiri nih, padusan dilakukan di daerah pantai. Pantai-pantai yang sering menjadi tujuan padusan adalah Parangtritis atau Depok. Atau pantai manapunlah di sepanjang pantai selatan…(Baron, Glagah, dsb)

Tradisi ini masih dilakukan mpe sekarang. Sehari sebelum puasa, banyak orang berbondong-bondong menuju pantai untuk padusan. (meski gw rasa, mereka Cuma sekedar mandi di laut aja, ntar mandi besarnya juga di kamar mandi, wkwkwkw).

So, sekadar referensi wisata, bagi anda yang pengen ngelakuin tradisi ini, anda bisa mengikuti arus massa ke pantai paragtritis atau di dekatnya. Di sana ramai dan macet.

Nah, karena gw ga suka keramaian apalagi kemacetan, gw lebih milih ke pantai yang sepi dan tidak berpenghuni. Pantai-pantai kayak gini biasanya lebih menenangkan—dan tepat menjadi sasaran ajang narsis, hehehe…Meski tujuan gw juga ga padusan, secara air pantai kan kandungan pH-nya beda, ntar bikin sakit lagi, hahaha…

Akhirnya, pilihan pun jatuh ke Pantai Bugel, salah satu pantai di kawasan Panjaitan, Kulon Progo. (meski sebenernya pengen juga menjelajah ke pantai di Gunung Kidul, tapi lum kesampaian).

Bugel, Indahnya

Pemandangan di Bibir Pantai Bugel

Perjalanan ke Bugel dari pusat kota jogja, memakan waktu hampir 2 jam lebih. Dari arah kota Bantul, Bugel dapat dicapai dalam waktu kurang dari 1 jam (45 menit). Bugel sendiri terletak di jalur pantai Glagah dan pantai-pantai Kulon Progo. Letaknya di antara pantai Trisik dan pantai Glagah Indah. Ga usah bingung dimana, soalnya ada petunjuk jalannya kok, tapi harus awas, soalnya setelah keluar dari jalan raya, jalan ke pantai ini masih berupa jalan setapak berbatuan, jadinya ga asik dan bikin bingung. Tapi pemandangan di sepanjang jalan setapak itu cukup bagus lho, soalnya ada pertanian cabai merah besar. Jadi, kita bisa liat petani-petani cabai mengairi, memberi pupuk, dsb.

Nah, begitu sampai di pantainya, kita bakal dikagetkan oleh suasana yang masih sepi dan asri. Tak ada TPR (tempat pemungutan retribusi) di sana, tapi sudah ada tempat parkirnya. Cukup bayar 2500perak/motor dah. Toilet dan tempat makanan pun sudah ada. Untuk mandi dan buang air 2 rb, buat cuci kaki 1rb. Tempat itu sebenenrnya juga dijadikan sebagai tempat pelelangan ikan lho. Tapi gw juga ga liat sih, tempat pelelangan ikannya tuh dimana. Waktu gw ke sana di pagi hari, banyak nelayan yang balik dari melaut. Tapi ga sempet liat juga apa mereka nangkep ikan banyak atau tidak, hehehe…

Semua pantai sebenernya sama, adanya Cuma laut, ombak, dan angin laut. Tapi, suasananya tentu aja beda. Di Pantai Bugel, ombaknya bener-bener dahsyat, jadi sedikit bahaya juga kalau buat maen air. Tapi, tetep ajah indah. Justru di situ letak keindahannya. pasirnya nurut gw sih bagus dan lembut. Denger-denger nih, Bugel dulu pernah mau ditambang pasir besinya tapi ga boleh sama masyarakatnya. Di dekat pantai juga ada pohon-pohonnya kayak pantai kwaru (Srandakan, Bantul) gitu (entah tuh pohon cemara atau bakau, gw juga meragukan sih, hahaha).

Tak banyak orang di pantai itu, hanya segelintir orang. Menyenangkan dan tenang sekali. Gw puas di sana. Tapi juga lama-lama bosan sih, akhirnya balik juga setelah beberapa lama.

Salah satu kekurangan dari pantai ini adalah pantainya kotor. Mungkin karena ga ada dana dari pemerintah, jadi pantainya ga terawat. Tapi sebagian kotornya tuh bukan karena sampah makanan lho, tapi kayak kayu, daun, batok kelapa, dsb. Selain itu, kekurangan lainnya adalah jalan menuju lokasi yang masih jalan setapak berbatuan sekitar 1 km, bikin males jalan juga sih. Mestinya, pemerintah bisa lebih concern sama pantai ini, biar bisa jadi salah satu tujuan pariwisata yang menarik. Coba aja, pantainya dibuat bersih, dikasih pasar ikan, arena bakar ikan atau foodcourt yang nyaman, jalan yang lapang dan lurus, pasti akan nyenengin banget. Areanya juga nggak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi, pantai ini bisa jadi pilihan jika sudah bosan dengan pantai kulonprogo lainnya.

Nelayan di Pantai Bugel

Terlepas dari itu, kalau anda mau pergi ke sana, lebih baik siapkan makanan dan minuman yang cukup, kendaraan yang ‘sehat’ biar nggak rewel, serta sunblok. Melihat sunrise atau sunset di sini juga bisa jadi pilihan lho, hehehe…

Dari arah Jogja: Bagaimana Menuju ke Sana?

Menuju Jalan Bantul-Jalan Srandakan-Ketemu Jembatan Kulon Progo-Di Pertigaan Pengasih ambil kiri ke arah Glagah,Kebumen,Purworejo-ikuti jalan sekitar 20 menit sampai nemu tanda jalan ‘Pantai Bugel’ di kiri jalan, ambil kiri, ikuti jalan setapak-nemu pertigaan ambil kiri ke arah tempat pelelangan ikan. Kalau bingung, tanya aja warga setempat, hehehe…

4 Comments (+add yours?)

  1. pher
    Dec 17, 2012 @ 00:01:22

    biarkan bugel suasananya seperti itu aja, jangan ditambahi warung warung lusuh nanti jadinya …🙂

    Reply

  2. ino
    Feb 13, 2013 @ 14:23:02

    yg pnya blog kmn ya??? lama gada crita lg. apa udh merried trus pnya anak ya jd ga nulis blog.. atau nyari inspirasinya yg kelamaan????
    hmmm, kangen juga..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*