andai…

Andai…

Itulah kata yang bisa aku katakan

Dan banyak sekali andai untuk segala yang terjadi

Andai aku dulu lebih ekspresif

Andai aku dulu lebih banyak hati-hati dengan apa yang aku katakan

Andai aku dulu memberanikan diri masuk pesantren

Andai aku dulu serius untuk menjadi ‘sholehah’

Andai aku dulu lebih banyak menjalani hidupku untuk akhirat, alih-alih dunia

Andai aku lebih bijak…

Dan sejuta andai yang bisa aku katakan, namun tak bisa melakukan apa-apa lagi.

 

Dan…

Seluruh pengandaian itu seolah berimbas pada segala yang terjadi dengan kehidupanku.

Kemaren baru saja baca status Ninik. Jika ingin menikah dengan orang hebat, maka aku harus memantaskan diri menjadi orang yang pantas untuk orang hebat juga. Jadi, aku harus menjadi orang yang hebat untuk bisa menjadi hebat.

Dan…

Entah kenapa, dengan ambisi yang pernah ada untuk mendapatkan santri yang hebat, adalah sia-sia saja. Ketika aku hanya memikirkan dunia, maka aku juga akan mendapatkan jodoh yang memikirkan dunia. Dan orang hebat itu, akan memilih santri yang sama hebatnya.

Karena aku adalah manusia biasa.

Ah…

Ikhlas…itulah yang harus aku lakukan sekarang. Tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi di masa lalu. Tak ada gunanya menangisinya. Tak ada gunanya berharap seseorang yang sudah memilih orang lain, akan berpaling pada kita. Tak ada gunanya melambungkan diri dengan bayangan-bayangan indah, namun tak ada guna apapun.

Sekarang, akulah yang nyata.

Aku yang kau ‘temukan’ setelah beberapa waktu. Dan kau terlalu sempurna untuk aku cari kekurangannya. Kenapa aku tak bersyukur atas apa yang aku dapatkan? Aku mendapatkan pekerjaan yang ‘hebat’. Aku menerbitkan buku. Aku memiliki teman-teman yang hebat. Dan bayangan masa lalu pun akan tertutup oleh masa depan yang indah.

Ah…kenapa aku tak mengandaikan masa depan?

Andai aku punya mobil, rumah, S2, kuliah di luar negeri, dsb…maka, pengandaian itupun akan menjadi impian yang masih bisa didapatkan. Aku mungkin bukanlah orang yang sempurna di mata banyak orang, tapi di mata lebih banyak orang, aku adalah sempurnanya seorang wanita. Dan mimpi untuk masa depan, akan lebih membahagiakan daripada mimpi di masa lalu.

Aku bersyukur, memiliki keluarga yang hebat.

Jodoh sudah diatur.

Maka, aku tak akan mengeluh jika kau menemukan jodoh yang lebih baik.

Karena aku adalah biasa. Manusia biasa.

Ohya, teringat dengan status salah satu teman lagi…

‘ukuran kesuksesan bagi diri sendiri adalah ketika kita merasa puas dengan diri sendiri. Hanya itu saja.’

Dan aku rasa…sejauh ini aku cukup puas dengan apa yang aku capai J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*