berjabat tangan?

sejak kecil, saya sudah tahu bahwa berjabat tangan untuk laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim adalah haram. saya sepakat, saya tahu. saya tidak pernah berjabat tangan (even…bersentuhan) dengan laki-laki sejak kecil. mungkin juga faktor sosial, dimana sejak kecil saya sering bersinggungan dengan dunia pesatren yang notabene tidak ada kontak fisik.

tapi, ketika masuk SMA, dunia yang sedikit lebih ‘bebas’, saya menemukan bahwa ‘its oke gitu loh sentuhan gitu. cuma jabat tangan aja kan?’. dan saya mulai…yeah okelah…tapi dengan tetap membatasi dan menghormati jika si lawan jabat tangan tidak mau. bisa dihitung lah, siapa saja yang pernah bersentuhan dengan saya setahun itu. (🙂 )

semakin lama, semakin saya terjun dalam masyarakat, dan mengikuti kelompok organisasi keagamaan, saya pun semakin mendapatkan fakta bahwa ‘its oke, gitu loh berjabat tangan’. bahkan sentuhan fisik pun tidak apa, selama itu tidak nyentuh yang aneh2 (ya eyalaaaah). saya jadi bingung, apa yang sebenernya harus saya lakukan? apa ‘yaudah jabat tangan aja’, tapi tetep aja rasanya aneh, karena saya jarang sekali bersentuhan dengan laki-laki bukan muhrim.

then, suatu hari, saya mendapat sedikit pencerahan. saya lupa, darimana saya mendapat pencerahan, entah dari kajian, obrolan singkat dengan seseorang, baca artikel, dsb…saya lupa. intinya adalah, semuanya kembali kepada niat. niat jabat tangan itu apa. kalau niat dari dalam hati buat zina, yaiyalah dapet dosaa. tapi kalau niat hanya untuk menghormati orang yang mengajak jabat tangan, saya rasa sih nggak masalah. ingat, niat itu perkara diri sendiri dan tuhan, jadi tidak boleh menghakimi orang lain. jadi, sekarang, saya sedikit banyak ‘menunggu’. menunggu maksudnya adalah bila ada orang yang mengajak jabat tangan, yasudah jabat tangan. kalau tidak, ya gausah ngajak. kalau sudah diajak jabat tangan tapi kita menolak, bukankah malah bikin tersinggung orang yang ngajak? malah jadi bikin dosa kan?

ya…wallahua’lam lah…

saya tidak tahu, tapi saya yakini, niat yang baik akan tetap baik. lagipula, saya pernah denger, kalau berjabat tangan di akhir sebuah pertemuan itu bisa menghapus dosa yang dilakukan dalam pertemuan itu (entah bener apa ga yaa😦 )meski, jujur saja, saya masih agak ‘aneh’ bila harus bersalaman dengan orang yang bukan muhrim saya.🙂

sharing dan comment sangat dibutuhkan🙂

september, 7 2011, arifatih

3 Comments (+add yours?)

  1. Mas Tsani
    May 08, 2012 @ 10:06:33

    ini juga yang dulu pas SMP sempet aku pikirin. seiring waktu dan pengalaman hidup sampe kepala dua sekarang, aku sepakat juga kalau dilihat dari niatnya🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*