Review Film ‘Hide and Seek’ (2005)

Film hide and seek memang film yang tergolong lama. Produksinya sendiri sudah sekitar tahun 2005, tapi dasar emang sudah takdir, meski sudah 6 tahun berlalu, saya baru bisa menontonnya beberapa hari yang lalu. padahal saya sudah pengen menontonnya sejak tayang perdana. Maklum, dulu belum punya relasi copy mencopy film (sekarang udah, hahahah). Kenapa saya bisa pengen banget nonton film itu? Pasalnya, saya tertarik karena satu hal: pemainnya adalah Dakota Fanning. Yups…saat itu Fanning sedang imut-imutnya, beda ketika tahun lalu ia main di Eclispe (Twilight Saga). Mirip kayak Lindsay Lohan di The Parent Trap.

Namun begitu menonton filmnya, saya harus kecewa (dan takut), karena ternyata genre film ini adalah horror. Saya mah paling takut sama horror (wkwkwk…). Alas an saya nggak suka horror cukup simple, karena saya tidak suka adegan mendebarkan yang meninggikan andrenalin, bikin deg-degan, terus kaget, akhirnya ada darah dimana-mana. Musiknya pun nyeremin dan setting-nya selalu gelap dan remang-remang. Suasana serem deh. Tapi ternyata saya selesai juga menonton hide and seek (meski dilihat dulu endingnya biar nggak penasaran, hahahaha *tepok jidat*).Berikut ini hasil tontonan saya:

Sinopsis

hide and seek, film dakota fanning tahun 2005

hide and seek, film dakota fanning tahun 2005

Hide and seek menceritakan kisah sebuah keluarga yang terdiri dari David (Robert De Niro), istrinya, dan anaknya, Emily (Dakota Fanning). Suatu hari, istri David bunuh diri, ia menggorok lengannya di kamar mandi. David menemukan Emily sudah mati. Emily melihat kejadian itu dan trauma. Akhirnya, David dan Emily pun pindah dari New York ke sebuah daerah pedesaan. David berharap Emily bisa sembuh.

Setelah tinggal di desa, Emily masih tetap murung. David berusaha untuk menyenangkan putri semata wayangnya, misalnya dengan membawa teman baru, bermain permainan favorit Emily dan ibunya, yaitu Hide and Seek alias petak umpet. Namun, tepat sehari setelah ia datang ke sana, Emily menemukan seorang teman, Charlie. Emily tampak senang dengan Charlie. David tidak pernah melihat Charlie, sehingga ia mengira bahwa Charlie adalah teman khayalan Emily.

Seiring berjalannya waktu, terjadi teror di rumah tersebut. Mulai dari kucing yang mati terendam di bathup, hingga kematian Elizabeth, teman David. Emily pun mengatakan bahwa ia takut dengan Charlie dan tidak mau bermain dengannya lagi. David bingung dan mencari tahu siapa Charlie sebenarnya. Ia bertanya pada Emily, tapi Emily pun tidak bisa mengatakannya. David pun mencari tahu sendiri, hingga ia mengetahui siapa Charlie, serta misteri kematian istri dan teror yang terjadi. Dan dia kaget dengan kenyataan itu.

Jika kamu penasaran, saya kasih bocoran di bawah ini tentang endingnya. Tapi kalau nggak mau ya silahkan dilewati aja. Siapa tahu setelah tahu endingnya, kamu malah nggak jadi nonton karena rasa penasarannya sudah terbayarkan.

Ending

Well, jadi endingnya begini. Charlie ternyata adalah diri David sendiri. David ternyata memiliki semacam kepribadian ganda. Di satu sisi ia psikolog yang baik, tapi agak membosankan untuk Emily. Tapi di sisi yang lain ia psikopat tapi asyik jika bermain dengan Emily. Ia jugalah yang membunuh istrinya karena istrinya tersebut terlibat affair (David bikin kejadian seolah itu bunuh diri). Tapi ia ternyata tidak ingat ketika ia menjadi Charlie. Ia mengetahuinya setelah ia mengingat rentetan kejadian-kejadian serta teror yang dilakukannya.

Akhirnya, David pun berubah menjadi Charlie. Ia membunuh polisi setempat dan berniat untuk membunuh Emily juga. Namun, niat membunuh Emily gagal, karena Emily diselamatkan oleh rekan David yang juga sesama seorang psikolog. David pun mati ditembak.

Review

Tema-tema film serupa sebenanrya sudah banyak beredar (tapi jangan suruh nyebutin apa aja yah, saya lupa, heheh *tepok jidat lagi*). Jadi saya rasa jalan ceritanya cukup pasaran. Untuk komentar alurnya, cukup okelah. Hanya saja, ada satu adegan yang benar-benar saya ga ngerti sama sekali. Yaitu tentang apa yang terjadi dengan pasangan tetangga di sebelah rumah David yang baru. Mereka seolah punya masalah, tapi ternyata perannya ga terlalu terliat. Agak bingung juga. Kayak nggantung gitu deh.

Dari segi akting, akting Robert De Niro oke banget, bisa memainkan peran sebagai ayah yang baik, sekaligus juga psikopat nyeremin. Ekspresinya dapet. Untuk Fanning? Wah, ga usah ditanya lagi deh, saya puas nonton aktingnya. Meski digambarkan sebagai gadis freak yang ga bisa senyum, Fanning bisa memerankannya dengan oke, berkebalikan dengan karakternya di Cats in the Hat. Jadi kalau sekarang Fanning menjadi salah satu breakthrough artis rasanya tidak salah. Standing ovation lah ^^

sumber gambar: louisehayesyear13media.blogspot.com

4 Comments (+add yours?)

  1. faisalrizky17
    Nov 01, 2013 @ 09:55:18

    Reblogged this on respectgamers and commented:
    sinopsis film hide and seek

    Reply

  2. annisahartono94
    Dec 22, 2013 @ 14:59:04

    postingannya sangat membantu🙂

    Reply

  3. DODDY WIDJAYA (@kangmas_doddy)
    Sep 20, 2014 @ 22:38:03

    Thankssssssssssss sekali🙂

    Reply

  4. dayu
    Oct 24, 2014 @ 10:44:17

    Mau tanya, download filmnya dimana ya?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*