Inilah yang Sebenarnya

suatu hari, ibuk bertanya padaku, dengan nada yang biasa. percakapakan yang biasa. aku jarang bercakap dari hati ke hati dengan ibuk, obrolan dari hati kami selalu diungkapkan dengan sambil lalu dan bercanda. mungkin karena sejak dulu (duluuuu sekali) ibuk memang jarang memicuku untuk bisa curhat dengannya, sehingga sampai sekarang pun aku enggan, kecuali menyangkut hal yang sangat penting, mungkin ini juga penyebab aku tumbuh menjadi sosok yang tertutup.

jadi, hari itu obrolan singkat pun datang. bukan obrolan singkat, hanya saja ibuk bertanya padaku, dan membuatku berpikir keras hingga detik ini.

ibu hanya bertanya, “mlebu ipp iku po pengen melu politik piye?”

aku tercenung saat itu. benarkah nu itu hanya sebatas politik? meski selama 3 tahun ini aku berada di dalamnya, aku hanya melihat sedikit politik di sana, karena mungkin aku yang memang tidak tahu? entahlah…tapi karena perkataan ibuk itu, sekarang aku jadi berpikir ulang, untuk apa aku dulu masuk ipp?

dulu aku masuk karena aku penasaran, ingin menjadi bagian dari dunia ‘keluargaku’, ingin mengenal siapa aku dan keluargaku, membatasi diri dengan tradisi yang ada di dalamnya, dan mencari banyak pengalaman. dan aku memang mendapatkan semua itu. meski mengenal nama tokoh di pcnu itu sulit, meski bahkan tidak mengenal ketua pcnu bantul, meski aku absurd dengan dunia ini dan sedang tertatih untuk mempelajarinya, tapi aku yakin bahwa aku berada di jalan yang benar.

mungkin aku memilih untuk duduk di depan netbuk dan mengetik atau blogging dibandingkan dengan sholawatan habib syech-an. mungkin aku tak tahu apapun tentang tradisi-tradisi. mungkin bahkan mengenal ketua pp ippnu pun tidak. bahkan juga menyampaikan ke-ippnu-an pun belum pernah. ilmuku masih tak lebih berat dari sebutir pasir, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ilmu untuk mengajar di SD. tapi, aku meniatkan diriku untuk belajar, meski rasanya berat, dan sesungguhnya aku butuh seorang guru di sini, yang belum ku temukan, yang dengan setia akan menerima bahwa aku hanya ‘tidak tahu apapun’, tapi akan berusaha membimbingku…hanya berharap supaya aku bisa mengembalikan ribuan detik di masa lalu yang mestinya bisa ku gunakan untuk menimba lebih banyak ilmu, tapi tidak ku dapatkan. tapi mungkin keadaan tidak berpihak padaku, karena aku masih tidak tahu apapun juga. saat ini, aku masih serasa tak lebih berat dari sebutir pasir.

jadi mungkin, jawaban dari pertanyaan ibuk itu hanya bisa ku jawab dalam hatiku. tidak ibuk, aku tidak ikut berpolitik, karena aku tak pernah menyukai politik–sama sekali. tapi aku berusaha mencari seseorang di sana, yang akan memperjuangkan tradisi ini, aku akan berada di belakangnya, dan ialah yang akan di depan, bukan aku ibuk. doakan saja, aku segera menemukannya. dan bila sudah ku temukan, biarkan aku berbakti padanya…maka aku akan berbakti untuk agama, bangsa, negeri.

BELAJAR, BERJUANG, BERTAQWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*