Fakta Dibalik HIV-AIDS: sebuah perbincangan yang menarik

Hari ini saya mengikuti sebuah sarasehan yang diadakan oleh 3 buah organisaisi besar (bagi saya itu besar ya :D), yakni Anjani (Pusat Studi Perempuan, Media, dan Seni) Universitas Sanata Dharma, KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional), dan Australian AID. Jadi ceritanya, saya diminta untuk mewakili PC IPPNU. Ya seperti yang sudah-sudah, karena tidak ada orang yang bisa—karena kuliah dan sebagainya—akhirnya saya dan salah satu rekanita yang datang, yaitu Lila.

Pertama kali di sms oleh si ketua ada sarasehan ini, saya jujur langsung tertarik. Pasalnya, dua tahun yang lalu saya pernah menulis artikel tentang AIDS, dan entah kenapa tema itu menarik saya. selain itu, pembicara dan penyelenggaranya kok dari pihak-pihak yang (sepertinya) profesional banget. So, karena memang tidak ada kerjaan hari sabtu ini, dan so excited banget, ya sudah mari kita berangkat.

Acara ini berlokasi di Pendopo LKiS Yogyakarta. Agak mumet juga nyari tempatnya—nyasar dan sebagainya -__-. Akhirnya sampai juga, dan ternyata masih sepi. Menunggu…(tik tuk tik tuk)

Tak berapa lama kemudian, beberapa teman di lain PC datang…wajahnya familiar, meski ga kenal namanya. Agaknya ada nama winda dan muna…tapi selebihnya tak tahu. Ya sudah…nanti kapan gitu pasti tahu. Maybe besok, kan ada undangan dari PWNU.

Gambar

Balik ke cerita hari ini…

Ternyata acaranya sangat menarik banget loh. Jujur…saya benar-benar menikmati ke-3 pembicara yang hadir. Berikut nih beberapa poin yang bisa saya tangkap dari penjelasan ketiga pembicara yang hadir.

Dr. Katrin Bandel = direktur ANJANI

Kecemasan masyarakat seputar moralitas HIV/AIDS

Jadi ceritanya, Mrs. Bandel ini mengadakan penelitian tentang kecemasan masyarakat seputar moralitas HIV AIDS. Dan hasil penelitiannya ini di-share kan pada acara sarasehan ini. Berikut poin yang tertangkap.

  • Stigma masyarakat yang berkembang tentang ODHA adalah negatif. Jadi, ODHA selalu identik dengan orang-orang yang bermoral buruk (baca: orang yang suka seks bebas). Padahal ga selalu demikian.

Jadi, kenapa ODHA dicap buruk? (keep reading, u’ll get the answer)

  • Peringatan-peringatan tentang bahaya HIV/AIDS terletak di tempat-tempat tertentu saja, misal di lokalisasi dan rumah sakit. Jarang ditemukan di jalan-jalan besar. Padahal AIDS bisa menyerang siapa saja, tidak hanya di tempat lokalisasi saja.
  • Masyarakat kurang paham tentang HIV/AIDS sehingga pemahaman menjadi salah. Jadi tahunya, ya AIDS itu serem dan mematikan. Akhirnya diskriminatif pada orang-orang yang terkena.
  • Salah satu hal yang dilakukan oleh masyarakat adalah adanya penolakan emosional yang berlebihan, yaitu meskipun sudah tahu secara medis tentang HIV/AIDS tetapi masih melakukan tindakan yang diskriminatif. Misalnya, dokter atau tenaga medis yang sudah mengetahui tentang AIDS, akan memperlakukan pasien AIDS lebih ‘berbeda’. Meski hal itu sebenarnya tidak boleh.

Anjuran dari Dr. Bandel: Usaha memberi pengetahuan pada masyarakat disetai usaha mengenali dan mengatasi hambatan emosional.

Ahmad Shams Madyan = ketua apa gitu lupaa

  • HIV/AIDS distereotipkan penyakit ‘moral’ tetapi sebenarnya hanya kecenderungan masyarakat saja. Artinya, kesan pertama kali AIDS muncul kan karena penyakit ‘bule’, penyakit karena berhubungan seksual. Hal itu kan tidak bermoral. Akhirnya, orang-orang yang kena dicap tidak bermoral. Padahal sekarang tidak seperti itu. jumlah yang banyak terkena HIV/AIDS sekarang adalah ibu rumah tangga yang mendapatkannya dari suami mereka (yang ‘jajan’ di luar). Konstruksi awal masyarakat adalah penyakit ini ‘musuh’ dan harus diperangi.
  • Kesan masyarakat sama ODHA adalah menjauhi, jijik, takut, dan kayak berpenyakit mengerikan. Padahal kenyataannya, banyak penyakit lain yang lebih mematikan, lebih berbahaya, tidak ada obatnya, dan bisa menyerang lebih mudah, bahkan membunuh lebih cepat dibandingkan dengan AIDS. Contohnya adalah hepatitis C.
  • Madyan menghubungkan HIV-AIDS dalam perspektif agama. Agama menggunakannya sebagai sebuah stigma yang menguntungkan untuk menakut-nakuti masyarakat untuk menjauhi zina. AIDS dicap sebagai hukuman Tuhan. Padahal (seperti yang disebutkan di poin atas), HIV AIDS bukanlah penyakit paling mematikan.
  • Padahal, penularan AIDS tergantung pada seberapa banyak virus yang berada. Jadi, ada semacam kurva naik turun pada virus HIV, ada kalanya virusnya banyak ada kalanya sedikit. Ketika banyak, maka akan mudah menularkannya pada orag lain. Tapi bila sedikit tentu tidak berbahaya.
  • Hanya ada tiga jalan penularan, yaitu darah, cairan kelamin (sperma atau cairan vagina), dan air susu ibu. Bahkan bila pun berciuman, itu tidak akan membuat ketularan HIV-AIDS (konsentrasi penularan orang yang berciuman adalah 8 liter air liur baru bisa tertular).
  • Bila seorang ibu positif HIV, cara penularan pada bayi bisa terjadi pada 3 waktu yaitu kehamilan, kelahiran, dan menyusui.
  1. Kehamilan: meski bayi berada dalam rahim ibu, darah mereka tidak bersatu. Untuk mencegahnya harus dilakukan supply IRV.
  2. Kelahiran: harus dilakukan sesar agar tidak ada kontak dengan darah.
  3. Menyusui: dilakukan dengan susu botol atau ASI eksklusif. Jadi selama 6 bulan anak hanya makan ASI tanpa makan yang lainnya—meskipun hanya air putih. Bila kemasukan makanan lain, akan menjadi jalan masuknya HIV ke tubuh bayi. Karena ternyata, virus HIV akan mati ketika berada di lambung—karena terkena asam. Jadi, asal HIV tidak terserap, maka bayi akan aman. (ini agak mumet waktu jelasinnya).
  • Beda AIDS dan HIV = AIDS adalah kondisi akhir atau fase akhir dari HIV. Disebut AIDS bila sudah ada komplikasi berbagai penyakit selain HIV.
  • Tindakan untuk melawan virus ada dua, yaitu diobati atau ditangani (treatment). Obat artinya menghilangkannya. HIV tidak ada obatnya. Namun, bisa dilakuka treatment atau penanganan, meski tidak dihilangkan—setidaknya bisa dikendalikan. Saat ini ada obat gratis (kayaknya namanya IRV) bila penderita sudah terdata di sebuah lembaga tertentu. Tapi obat itu pun juga punya resistansinya. Bila lini 1 sudah resisten maka harus ke lini 2, begitu seterusnya. Hingga saat ini obat gratis maksimal untuk lini 2. Dan mahal. Dan obat itu harus diminum seumur hidup.
  • Ternyata, ada orang-orang tertentu yang kebal dengan HIV-AIDS secara genetik. Jadi, virus ini tidak bisa merusak traskripsi RNA-DNA, ia memiliki enzim yang kebal dari virus HIV. Sehingga, meski ia berhubungan seksual dengan orang yang positif HIV, tidak akan tertular sama sekali. tapi jumlahnya tentu saja sedikit, mungkin 1:1000 lah.
  • Kunci dari penanganan HIV-AIDS adalah TAHU dan TERSEDIA. Artinya, bagaimana tingkat pendidikan di sebuah negara, supply dana untuk penanganan penderita dan pencegahan, penyediaan fasilitas, dsb. Afrika memiliki tingkat penderita AIDS paling tinggi karena memang negara, dana, pendidikan, lebih minim dibandingkan dengan benua lain. Apakah Afrika tidak bermoral? Tentu bila dibandingkan dengan negara lainnya, lebih tidak bermoral negara lainnya (ga perlu sebut merek). Tapi tingkatnya paling tinggi karena memang tidak/kurangnya ada penanganan.

Odi Sholahuddin = penggiat anak jalanan (atau apa sih…luppa -__-)

Cuma dua hal yang saya tangkap ketika Odi berbicara, yaitu:

  • Pemahaman yang baik akan meningkatkan kewaspadaan.
  • Pada awalnya mindset ‘takut’. Bagaimana caranya untuk mengubah mindset itu dari takut menjadi ‘kesadaran’.

Hal-hal yang saya tangkap secara pribadi adalah: HIV/AIDS itu tidak menakutkan…jadi mindset itu harus diubah. Karena memang pada awalnya saya juga agak berkernyit ketika ada orang yang bilang ‘saya kena HIV’. Dan kontan menjauhi. Padahal itu konyol, karena kemungkinan tertular sedikit. Dan lagi, waktu HIV berubah menjadi AIDS bisa memakan waktu 10-15 tahun. Jadi sepertinya, haru mulai menata pikiran sendiri: HIV/AIDS bukanlah hal yang menakutkan!

Jadi bagaimana menurut kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*