cerpen: di hari yang bertoga ini

aku tergopoh-gopoh memakai helm, slayer, dan sarung tangan. kemudian menyalakan motor. tanpa ba-bi-bu, motor langsung ku pacu menuju kampus. hari ini hari sabtu, dan tidak seperti biasanya aku menuju kampus. ada acara wisuda hari ini. dan yang lebih menyenangkan, hari ini mas hasbi—pacar tercinta—diwisuda.

emm, sebenarnya tidak praktis dia pacarku sih. kita sudah lama tidak ada komunikasi. dia sibuk dengan skripsinya, kerjaannya, dsb., jadilah aku dicuekin, tidak ada komunikasi, dan hambar. tapi karena aku sayang dia, makanya aku mau datang ke wisudanya. pengen sih ketemu sama bapak, ibuk, mbaknya, adeknya, dan keluarga lainnya. pengen menjadi bagian dari ‘itu’.🙂

tak sampai satu jam aku sudah sampai di GOR UNY.

banyak sekali orang di sini. padat mobil, orang, bus, motor, dsb. banyak tenda foto berjejer. semakin banyak yang berteriak, ‘bunga mbak bunga.’ sambil menyodorkan satu karangan bunga antara 10-20 ribu. ah, mahal, itu mah 5ribu juga dapet. untuk aku sudah sempat mampir ke kotabaru untuk membeli bunga.

ah, mas hasbi mana ya? batinku.

tidak sampai 5 detik, pintu GOR terbuka dan rombongan wisudawan dan wisudawati keluar. hanya ada warna hitam di sana, karena semuanya memakai toga. aku berlari menuju tempat yang agak tinggi, berusaha mengenali wajah mas hasbi diantara baju-baju hitam itu.

ah, sepertinya percuma saja. terlalu banyak orang.

10 menit kemudian, rombongan wisudawan berselempang ‘cum laude’ keluar. nah ini nih…batinku.

dan benar, aku menemukan wajahnya. tampak capek, tapi bahagia. aku mengunci pandanganku ke arahnya dan menerobos lautan massa di depanku. aku mengikutinya hingga terus, hingga dia berkumpul bersama dengan keluarganya—melihat bapak, ibu, adek, dan mbaknya.

aku mendekatinya dan mencolek bahunya. dia menoleh, dengan gerakan slow motion, lalu tersenyum melihatku. karangan bungaku berpindah ketangannya. bersalaman denganya, bapak, ibuk, dan semua keluarganya.

‘maaf ya kalau aku nyuekin kamu.’ bisiknya di telingaku.

aku tersenyum dan menggeleng pelan, ‘aku tahu kok mas, jangan berprasangka buruk. aku selalu tahu.’

mas hasbi tersenyum.

teringat berbulan-bulan tanpa kabarnya dan sekarang aku berada dalam keadaan seperti ini. ah, rasanya air mata, kekesalan, sakit hati, su’udzon yang terjadi dalam bulan-bulan itu terlihat sangat lebay sekali.

‘makasih ya, sudah datang.’

aku tersenyum lebar. makasih ya mas…sudah memberikan kesempatan padaku untuk bersabar, menabung rindu, setia, menghargai, dan percaya padamu.

#2 juni 2012, ketika ada keinginan ‘itu’, tapi logikaku meminta untuk tidak datang dan menuangkan adegan-adegan itu dalam tumblr.

so pathetic…!

2 Comments (+add yours?)

  1. Babel
    Jun 16, 2012 @ 13:26:20

    Andai dikirim ke sayembara atau lomba cerpen, pasti cum laude, Mbak. Ups, maksud saya langsung juara. Alur ceritanya bagus. Tidak menjemukan. Anyaman katanya juga segar dibaca. Cuma tanda bacanya dan huruf kapitalnya yg masih terlewatkan. Saya maklumi, mungkin karena nulisnya tergesa2. buru2 mo ke GOR UNY. hehe…

    Reply

    • Arifah
      Jun 16, 2012 @ 19:05:29

      hehehe…
      itu karena nulisnya di blog mas, makanya tanda baca dan huruf kapital amburadul, wkwkw. #ngeles
      dan memang langsung tancap gas ke GOR…tapi lewat online, wkwkw

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*