Perjalanan 500 km (Part. 1)

Sudah lama sekali rasanya tidak mengisi blog yang satu ini. Well, hari ini saya berminat untuk mengisi lagi. Dan, alhamdulillah kali ini saya ingin men-posting perjalanan saya dalam 24 jam, melintasi beberapa kabupaten. Saya menyebutnya dengan perjalanan 500 km.

Perjalanan melintasi Jawa selatan ke Jawa utara ini, saya lakukan pada bulan Februari 2013 kemarin. Awalnya sih, ada undangan dari seorang teman di Batur yang menyelenggarakan walimah ‘usry pernikahannya. Karena termasuk teman yang cukup dekat dengan saya, dan lagi hari itu saya libur sekolah, akhirnya saya putuskan untuk berangkat. Dan, beruntungnya, mas aziz menemani saya hari itu–bagian yang ini, kenapa dia bisa ikut, dan sebagainya, disensor yak, untuk sementara cukup perjalanan 500 km ini saja, wkwkwk.

Perjalanan dimulai pada pukul 7 pagi, mas aziz sudah mengetok pintu rumah saya. Mengobrol, minta ijin, dan sebagainya, akhirnya jam 7.30 kami berangkat. Karena baru pertama kali akan menginjakkan kaki di tanah Batur, saya mengandalkan print-print an dari google maps. Yep, ponsel kami masih jadul, bung, jadilah kami menjadi buta arah. Untuk sementara, jalur Magelang masih aman. Well, kami mengambil jalur Magelang, bukannya jalur Borobudur, saya cukup menyesal -_-.

Setelah perjalanan selama 2.5 jam, kami pun sampai di Secang. Istirahat selama 15 menit di POM Secang.

Gambar

Keluar dari Magelang Kota, Menuju Secang (Dokumentasi Pribadi)

Selesai istirahat, jalan lagi ke Temanggung. Dan, di sinilah awal perjalanan nyasar kami. Sampai di Bulu, kami bingung deh. Peta serasa nggak berguna. Akhirnya kita tanya jalan. Hampir nyasar, kami diarahkan ke jalan utama. Eh, ada pertigaan, kita putuskan untuk belok. Tanpa bertanya. (Pelajaran yang bisa saya ambil: selalu tanya kalau mau belok!!!). Ternyata jalan itu menuju arah gunung. Entah gunung apalah saya nggak tahu. Baru setelah 30 menit penuh ketidakjelasan, kami pun tanya orang.

“Pak, arah ke Dieng dimana ya?”

“Oh, lurus aja bisa, Mbak. Nanti ketemu kebun teh, hutan pinus, belok bla bla bla”

Dan begitulah. Kami melanjutkan perjalanan ke jalan setapak. Hujan mulai turun. Makin lama makin deras. Kabut pun mulai menutup area di sekitar. Pemandangan yang mestinya indah, menjadi menyeramkan. Jalan terjal dengan udara yang super duper dingin mengungkung. Tanjakan menyeramkan, turunan terjal. Tak henti-hentinya doa kami rapalkan.

Akhirnya setelah 30 menit hujan berhenti. Jalan mulai menurun. Ada jalan rusak. Dua kali ada pemberhentian pemuda-pemuda yang minta sumbangan. Tak beberapa lama, pemandangan indah menyapa kami. Di kanan dan kiri penuh dengan kebun teh.

Gambar

Pemandangan Kebun Teh, Kanan Kiri Banyak Tehnya, dari Kejauhan Terlihat Kota Entahlah

Tak beberapa waktu kemudian, terlihat sebuah kota di kejauhan. Alhamdulillah. Itukah kota tujuan kami, Dieng?

Selepas melewati gapura, kami memasuki area pedesaan. Ternyata jalan yang baru saja kami lewati adalah Perkebunan Teh Tambi. Namanya terpampang di gapura. Dari jalan utama, kami bertanya kepada seseorang. Ternyata kota yang kami tuju masih, ‘di balik bukit itu’. Ini ternyata masih masuk kota Wonosobo.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12. Kami ikuti arah yang ditunjukkan oleh si bapak tadi. Sampai di balik bukit, kami mulai memasuki kota Dieng. Seneng rasanya melihat papan Dieng dan Batur. Artinya, saya sudah dekat dengan tujuan saya.

Hemmmhhh…ceritanya dilanjut pada postingan selanjutnya, ya. Saya ngantuk. Wkwkwkwk….

1 Comment (+add yours?)

  1. rush limbaugh
    Sep 05, 2014 @ 23:27:19

    Excellent post. I was checking constantly this weblog and
    I’m inspired! Very useful info particularly the closing phase 🙂 I deal with such information much. I used to be looking for
    this particular info for a very long time. Thank you and good luck.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspiration for the Lovers

anda adalah katalisator terhebat untuk mengubah saya menjadi lebih baik ^^
*arifatih*

aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa
*yovie & nuno*

Inspirasi Hidup

with great power comes great responsibilities

*spiderman*